Senin, 15 April 2013

“Slow Speed Photography”

Slow Speed Photography merupakan teknik fotografi yang memanfaatkan kemampuan kamera yang mampu merekam cahaya dalam waktu yang lama. Berbeda dengan teknik jepretan biasa. disini kamera akan “menyedot” cahaya secara terus menerus dalam waktu tertentu. Karena itulah cahaya yang terkesan biasa menjadi luar biasa disini. Lampu jalan akan terkesan membintang, lampu mobil akan menjadi seperti laser, dan air mengalir akan menjadi seperti salju.
Untuk bisa menghasilkan foto tersebut, tentu kita juga butuh persiapan. Pertama, siapkan kamera dalam keadaan yang terbaik. Selalu cek baterai, memory, lensa, filter dll dalam keadaan siap tempur. Jangan sampai di tkp terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat hasil jepretan kurang maksimal. Kedua, bawa tripod. Sebenarnya, jika tidak ada tripod pun tidak masalah. Yang penting ada sesuatu benda yang bisa menahan kamera stabil tanpa goyang dalam waktu yang tertentu. Seperti yang sudah ditulis di atas, teknik ini membutuhkan waktu yang lama untuk pengambilan gambar. Memotret dengan menggunakan tanga saja tentu akan sulit mengingat susahnya menahan kamera dalam waktu yang lama. Ketiga, carilah lokasi yang menurut anda menarik untuk bermain cahaya. Disini, tempat yang dimaksud tidak haruslah yang benar-benar wah dan susah dijangkau. Lokasi yang menarik bisa saja di pinggir jalan, di atas jembatan penyebrangan dll.
Setelah melakukan persiapan, maka berikut akan saya paparkan teknik memotret Slow Speed berdasarkan berbagai referensi dan pengalaman :
1. ISO/ASA rendah, disini saya ambil nilai 100
2. Aperture atau diafragma kecil, disini saya ambil nilai diatas f/13
3. Shutter Speed yang lama, disini saya ambil nilainya diatas 10 detik
Berikut saya tampilkan juga hasil karya berdasarkan penjelasan di atas
13550301012050097718
| Indahnya Pantai Ancol Malam Hari |
13550308581782020055
|Cahaya Pinggir Jalan|
Intinya, memotret slow speed memerlukan komposisi long exposure ditambah kondisi kamera yang stabil. Sedikit goyangan saja akan mempengaruhi hasil. Misalnya, cahaya bisa saja bengkok atau akan menghasilkan saya bayangan blur yang tentunya membuat hasil menjadi tidak memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar